Senin, 05 Maret 2012

GAYA BAHASA DAN DIKSI DALAM “POLU KAAR” PERKAWINAN ADAT MASYARAKAT KISAR SEBUAH KAJIAN STILISTIKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sastra telah menjadi bagian dari pengalaman manusia, baik dari aspek manusia yang memanfaatkannya bagi pengalaman hidupnya, maupun dari aspek penciptanya, mengekspresikan pengalaman batinya ke dalam karya sastra. Ditinjau dari segi penciptanya (pengarang dalam sastra tulis dan pawang atau pelipur lara dalam sastra lisan), karya sastra merupakan pengalaman batin penciptanya mengenai kehidupan masyarakat dalam kurun waktu dan situasi budaya tertentu. Di dalam karya sastra dilukiskan keadaan dan kehidupan sosial suatu masyarakat, peristiwa-peristiwa.

Menggunakan bahasa untuk menyampaikan gagasan dan imajinasi dalam proses
penciptaan karya sastra sangat diperlukan oleh setiap pengarang. Hal ini menyiratkan
bahwa karya sastra merupakan peristiwa bahasa (Sudjiman 1993:1).Dengan demikian, unsur bahasa merupakan sarana yang penting dan diperhitungkan dalam penyelidikan suatu karya sastra. Suatu karya sastra baru dapat dinikmati apabila telah disampaikan atau dinyatakan melalui bahasa. Karya sastra menggunakan bahasa sebagai media (Greene 1969:35), sedangkan sastra merupakan pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah direnungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik minat secara langsung lagi kuat dari seorang pengarang atau penyair (Hudson dalam Tarigan 1961:10).

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebuayaan yang amat berfariasi dari berbagai suku dan. etnik Hal inilah menjadikan bangsa kita selalu dikatakatan identik dengan nilai budaya. Budaya yang terdapat sangatlah beranekaagam hal ini dikarenakan oleh faktor geogafis dan faktor topogafi. Bicara mengenai kebudayaan tidak telepas dari adat istiadat dari suatu daerah, yang mana banyak sekali terdapat unsur - unsur seni. Bicara tentang kebudayaan masyaakat kisar sangat kaya akan unsur – unsur nilai seni yang mencakup nilai sastra yang tinggi. Dimana hal ini telihat dari salah satu upacara pernikahan adat masyarakat kisar “polu kaar”.

Polu kaar adalah salah satu tingkatan pernikahan adat masyarakat kisar diantara beberapa tingkatan lainya. Dalam pernikahan masyarakat kisar jika pengantin pria belum melaksanakan polu kaar maka pengantin tersebut harus tinggal di rumah mempelai wanita selama betahun-tahun sampai orang tua dari wanita mengijinkan mereka untuk meninggalkan rumah si wanita, namun hal ini jarang terjadi pada masyarakat kisar umumnya jika belum melaksanakan polu kaar maka mereka akan tinggal terus sampai beranak cucu di rumah mempelai wanita. Polu kaar digolongkan sebagai wacana sastra lisan yang memiliki unsure puitis dan seni.

Dalam penelitian ini peneliti lebih cenderung pada penelitian sastra lisan yang tedapat dalam tuturan polu kaar. Pengertian sastra lisan seni adalah kesusastran yang mencakup ekspresi kesusastran warga dalam suatu kebudayaan yang disebarkan secara turun-temuun secara lisan. ( Barnet dalam, Suajana I Nyoman, dkk, 1995 : 3 ). Jenis – jenis sastra lisan itu antara lain : mantra, pantun, kaba, hikayat, dongeng, legenda dan lain-lain.

Salah satu sastra lisan adalah pantun (berisi petuah-petuah)upacara adat, yang berirama yang mengikuti kaidah-kaidah. Gaya behasa yang terdapat dalam petuah–petuah padapolu kaar merupakan tuturan atau petuah-petuah yang memiliki fungsi dan peran tersendiri bagi masyarakat kisar. Hal tersebut belum disadari sepenuhnya oleh sebagian besar masyrakat kisar sebagi suatu aset budaya yang benilai. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk meneliti gaya bahasa dan diksi polu kaar masyarakat kisar, sebuah kajian stilistika

Sastra adalah bentuk seniyang ungkapkan oleh pikiran dan perasaan manusia dengan keindahan bahasa, keaslian gagasan dan kedalaman pesan. (Najid, 2003 : 7 ) selain itu sastra juga adalah institusi sosial yang menggunakan medium bahasa (Wellek dan waren dalam Nadjid, 2003 : 9).Jenis sastra dapat dikelompokan menjadi dua yaitu sastra imajinatif dan sasta non imajinaif. Dalam prakteknya sastra non imajinatif terdiri atas karya – karya yang berbentuk essay, kritik, biogafi, otobiogafi dan sejarah sastra. Yang temasuk sastra imajinatif adalah karya sastra seperti prosa, puisi, drama, lirik, dan lain – lain

Dalam hal penelitian ini akan diteliti mengenai gaya bahasa dan diksi yang terkandung dalam polu kaar yang ditinjau dari kajian stilistika. Penelitian ini ditinjau dari segi stilistika yang meliputi konsep-konsep tentang pilihan leksikal seperti penggunaan bahasa daerah, bahasa asing, mengenai ungkapan dan majas (Nurgiantoro dalam sarjianto, 2004:8).

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah mengenai macam-macamgaya bahasa dan diksi’ yang ada dalam “polu Kaar”

1.3. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. gaya bahasa sangat berperan dalam membangun pengertian keindahan dalam karya sastra.

2. kehadiran ‘gaya bahasa dan diksi’ dalam karya sastra dapat difungsikan untuk tujuan-tujuan tertentu.

3. keberadaan (ilmu) stilistika juga dapat dimanfaatkan untuk kajian karya sastra.

1.4. Manfaat Penenlitian

1.4.1 Manfaat Teoritik

Penelitian ini memiliki manfaat secara teoritik bagi pengembangan bagi pengembangan perilaku

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk membantu peneliti yang akan datang, khususnya peneliti sastra dengan menggunakan teori stilistika. Selain itu hasil penelitian ini bermanfaat sebagai :

1. Referensi sebagai bahan pertimbangan pengajaran sastra ( lisan ) berupa bahan muatan lokal.

2. Sebagai refrensi bagi peneliti – peneliti dberikutnya

1.5. Susunan skripsi

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KAJIAN TEORITIK

2.1. Kajian Pustaka

Penelitian sebelumnya yang relefan dengan penelitian dilakukan oleh Diana yusuf dalam skripsinya yang berjudul “diksi dan gaya bahasa dalam antologi geguritan medhitasi Alang-alang karya Widodo Basuki (Kajian Stilistika) 2005. masalah yang dibahas adalah bagaimana penggunaan diksi dengan gaya bahasa dalam antologi geguritan medhitasi alang-alang karya Widodo Basuki.

Penelitian relevan lainya tentang gaya bahasa pernah juga dilakukan oleh Choirul Asyar dalam skripsinya yang berjudul “gaya bahasa dan fungsi bahasa dalam lagu permainan anak di kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo” 2007. masalah yang dibahas adalah bagaimana gaya bahasa dan fungsi Bahasa dalam lagu permainan anak.

Penelitian lainya dilakukan oleh Vinna Reindah Sowikromo dalam skripsinya “Gaya Bahasa dalam puisi Lery Herman hesse”2007. pernah juga dilakukan oleh Elisa Nugraheni dalam skripsinya yang berjudul “Dikisi dan Gaya Bahasa dalam lirik lagunya Ebiet.G.Ade“.2004.

Penelitian sebelumnya tentang kajian stilistika yang relevan juga pernah dilakukan oleh Agus Sarjianto dalam skripsinya yang berjudul “analisis stilistika kumpulan cerpen lebaran di karet, dikaret karya Umar Kayam “ 2004. yang di bahas adalah bagaimana penggunaan lekssikal yang berupa unsure bahasa daerah, bahasa inggris, ungkapan dan maja dan efek atau makna yang didukung dalam kumpulan cerpen lebaran di karet, di karet. Penelitian yamg relefan lainya dilakukan oleh Yessi malesi dalam skripsinya yang berjudul “analisis stilistika novel super nova 1 : Ksatria putih dan bintang jatuh karya dewi lestari” 2004. pernah juga dilakukan oleh Nanik Eka Rahmawati dalam skripsinya yang berjudul “diksi dalam novel Larung karya Ayu Utami :kajian stilistika 2004.

Dari semua penjelasan terdahulu diatas itu semua merupakan pengkajian stilistika berdasarkan karya sastra terutama karya sastra tulis. Inilah yang membuat perbedaan antara peneliti – peneliti terdahulu dengan apa yang dieliti oleh penelii sekarang, sebab dalam masalah penelitian disini peneliti lebih cenderung pada masalah penelitian sasra lisan daerah yang terdapat di daerah Kabupaten maluku tenggara Barat kecamatan Kisar yaitu diksi dan gaya bahasa dalam tuturan adat perkawinan polu kaar masyrakat kisar.

2.2. Kajian Teoritik

Dalam penelitian ini peneliti secara khusus menggunakan metode stilistika yang dikemukakan oleh Abrams (1981: 93) dalam Nurgiantoro. Menurut Abrams, unsur stile atau gaya bahasa terdiri dai unsur fonologi, sintaksis, leksikal, retorika (pigura bahasa).

a. unsur fonologi merupakan permainan bunyi yang menimbulkan nilai estetis di dalam kaya sastra.

b. Unsur sintaksis yang dimaksudkan disini menyaran pada pengetian struktur kalimat, dimana sering tejadi penyimpangan dan itu merupakan hal yang wajar. Penyimpangan struktur kalimat memiliki wujud yang bermacam-macam, antara lain dapat berupa pembalikan, pemendekan, pengulangan, penghilangan unsur tertentu dan lain-lain sehingga menimbulkan efek estetis, disamping untuk menekankan efek tertentu.

c. Unsur leksikal dimaksudkan pada penggunaan kata-kata tertentu melalui petimbangan-petimbangan khusus untuk memperoleh efek-efek estetis.

d. Unsur retorika merupakan suatu cara penggunaan bahasa untuk memperoleh efek estetis.

Menurut Abrams (1981:93) unsur stile yang berwujut retorika meliputi penggunaan bahasa figuratif. Bahasa Figuratif dibedakan menjadi, pertama; menyatakan pada penggunaan unsur kebahasaan yang menyimpang dari makna harafiah dan lebih menyaran pada makna ideal, sedangkan yang kedua lebih menunjuk pada masalah pengurutan kata, masalah permainan struktur.

Pencitraan merupakan gambaran pengalaman indera yang diungkapkan lewat kata-kata, gambar sebagai pengalaman sensoris dibangkitkan oleh kata-kata. Menurut (Abams, 1981:78) menyatakan bahwa pencitraan dipihak lain merupakan kumpulan cita yang dipergunakan untuk melukiskan objek dan kualitas tanggapan indera yang dipegunakan dalam kaya sastra.

Pencitraan meliputi kelima jenis indera manusia yaitu cita penglihatan (visual, pendengaan (audiotoris), geakan (kinestetik), rabaan (taktil) akan tetapi pemanfaatannya dalam sebuah karya tidak sama intensitasnya.

Analisis stilistika memusatkan perhatian pada tanda-tanda linguistic yang melingkupi karya tersebut. Jadi dengan analisis stilistika peneliti berusaha mengobservasi tanda-tanda linguitik yang berhubungan dengan unsur fonologi, sintaksis, leksikal dan retorika.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Metode

Berdasarkan tempat penelitian, maka penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Sedangkan jenis metode yang dipakai dalam menganalisis data data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya data terurai dalam bentuk kata-kata, baris-perbaris bahkan bait perbait perbait, sampai keseluruhan isinya. Tujuan metode deskriptif kuallitatif adalah untuk mendeskripsikan, menggambarkan atau melukiskan secara sistematis faktual, dan akurat mengenai fakta – fakta, sifat – sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. (Maser. Mohammad, 1985 : 63 ).

Selanjutnya Bogdan dan Tayloe (Moleong, 1975 : 3) mendefenisikan metode dekriptif kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghaslikan data deskriptif berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang – orang dan perilaku yang diamati.

3.2. Subjek dan Objek Penelitian

· Objek penelitian

Objek penelitian dalam penelitian ini adalah tuturan perkawinan adat Polu Kaar masyarakat kisar yang dilakonkan penutur adat setempat

· Subjek penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri.

3.3. Desain Penelitian

· Studi Pendahuluan

ü Persiapan penelitian

Persiapan yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini meliputi pencarian referensi-refersi yang mendukung, misalnya dari internet, buku-buku panduan,

ü Konsultasi judul

Judul yang telah disiapkan peneliti diajukan kepada Ketua Program Studi, disetujui barulah peneliti melanjutkan dengan pembuatan proposal

ü Pembuatan proposal

3.4. Penentuan Informan

Dalam penelitian ini yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Bapak SALMON KATIPANA yang mana beliau merupakan salah tetua yang mengerti dan memahami sejarah bahkan seluk beluk dari tarian Lego-lego sampai pada Pantun (petuah-petuah) yang terdapat dalam tarian lego-lego yang dilakonkan oleh masyarakt Alor.

Bapak SALMON KATIPANA yang mana berdomisili di kecamatan kisar desa mesiapi yang mana beliau sendiri adalah penutur polu kaar tersebut.

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah

Ø Obserfasi, yaitu mengamati upacara adat perkawinan Polu Kaar, baik secara langsung maupun secara kasat mata lewat video berbagai objek-objek yang diteliti.

Berdasarkan teknik pengumpulan data, maka perlengkapan yang digunakan adalah :

§Tape recorder, blok note dan pulpen

§Daftar pertanyaan

§Handycam / Handphone.

Ø Wawancara yaitu mewancarai tokoh masyarakat atau Tetua sebagai informen tentang sejarah bahkan seluk beluk tentang upacara adat polu kaar, petuah-petuah yang disampaikan dalam polu kaar. Wawancara ini menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti.

Ø

3.6. Teknik Pengolahan Data

Dalam teknik pengolahan data ini peneliti menggunakan teknik yaitu :

1. Transkripsi

Tuturan yang terdapat dalam tarian polu kaar yang telah direkam, disalin dalam bahasa tulis sesuai dengan bahasa aslinya ( bahasa kisar) untuk diarsipkan. Pengarsipan ini diertai dengan identitas infroman yang meliputi (1) nama , (2) umur, (3), jenis kelamin, (4) pekerjaan, (5) bahasa yang dikuasai dan (6) alamat pada bagian kanan atas. Juga judul dan jenis sastra lisan pada bagian kiri atas, serta identitas data pada bagian kanan bawah.

2. Terjemahan

Tuturan polu kaar ini telah yang telah diarsipkan dalam bentuk kaset DVD/ VCD. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

3. Analisis

Hal ini terjemahan diolah untuk memperoleh jawaban yang didukung pula oleh hasil wawancara dan pengamatan.

4. Membuat kesimpulan

3.7. Jadwal Penelitian

no

Jenis kegiatan

maret

Juni

agustus

Oktober

Desmb

Januari

februari

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Survey pendahuluan

x

2

Penulisan proposal

X

3

Seminar proposal

x

x

4

Refisi proposal

x

x

x

5

Ananaliis data

x

x

x

x

6

Penyusunan hasil

x

x

7

Penyusunan hasil

xx

8

Penulisan naskah hasil

x

x

x



































DAFTAR PUSTAKA

Keraf, G.1997. Diksi dan Gaya Bahasa, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Pradopo, Rahmat Djoko. 2005. Pengkajian puisi. Yogyakarta : Gadjah Mada university press.

http/jurnal – Humaniora. Stilistika. UGM. Co. id.

Teew. A. 2006. Sastra dan ilmu sastra. Jakarta : Gramedia

Waluyo. J. Herman. 1992. Penelitian pendidikan bahasa dan sastra. Surakarta : sebelas Maret University Press.

Suarjana. I.Nyoman dkk.1995. Sastra Lisan Tetun. Pusat pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depertement pendidikan dan kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar